PENGUKURAN PRESIPITASI
Eh hujan gerimis aje....ikan kering diasinin, eh kawan jangan
melamun aje mari bareng-bareng kite belajar disini....hahahahahaha :D
Hai Guys... welcome to
my blog..hihiiii J ....
disini saya akan sedikit berbagi kepada teman-teman tentang segelintir
pengatahuan tentang hidrologi.... yang saya akan bahas disini adalah tentang:
1.
Apasih alat-alat ukur yang biasa digunakan oleh
kalangan profesional maupun peneliti dalam mengukur hujan atau bahasa gaulnya Presipitasi...hihihihi J
2.
Lanjut yah guys.... yang akan kita bahas
selanjutnya adalah, metode apa saja yang digunakan dalam kegiatan pengukuran
khususnya mengukur presipitasi.... okay kawan... klo gitu kita lansung aja yah
cek it out...hihihi
“Oke sekarang kita serius dikit...”
Berdasarkan
pengertian, Presipitasi merupakan proses atau peristiwa jatuhnya cairan dari
atmosphere ke permukaan Bumi. Proses Presipitasi
ini dapat berwujud dalam 2 bentuk yakni :
a.
Presipitasi cair : Hujan, embun
b.
Presipitasi beku : salju, hujan es, dan lain sebagaiya.
Presipitasi termasuk faktor pengontrol
yang mudah diamati dalam sirkulasi hidrologi pada suatu DAS (Daerah Aliran
Sungai). Seorang perencana atau
hirologist harus dapat menentukan
variasi karakteristik hujan di suatu DAS dari hasil pengumpulan, perhitugnan
atau analisa data, serta dapat menentukan bagaimana pengukurannya maupun cara
mengaalisa data hasil pengukuran. Karena selain tergantung dari data yang
tersedia, maka kebutuhan akan data hujan akan tergantung pula pada kebutuhan
lebih lanjut, apakah akan seteliti data harian, bulanan atau harus data
tahunan.
Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Terjadinya Presipitasi
a.
Adanya uap air di atmosphere
b.
Faktor-faktor meteorologis
c.
Lokasi daerah, sehubungan dengan sistem
sirkulasi secara umum
d.
Rintangan yang disebabkan oleh gunung dan
lain-lain
Presipitasi
dari daerah ke darah yang lain dari tahun ke tahun berbeda-beda. Sebagai ilustrasi,
berikut ini dicantumkan nilai presipitasi rata-rata tahunan untuk beberapa
tempat di dunia (mm/tahun).
-
Cherrapodnge (India) = 10.800
mm/thn
-
Boenaventura (Colombia) = 7.130 mm/thn
-
Singapura = 2.320 mm/thn
-
Indonesia = 2.250 mm/thn
-
Belanda = 750 mm/thn
-
Athena = 390 mm/thn
-
Teheran = 220 mm/thn
Atau dapat disimpulkan bahwa
distribusi hujan diDunia adalah sebagai berikut ;
·
Pada daerah Ekuator (dari 0 – 200)
hujan rata-rata bulanan berkisar antara 1500 – 3000 mm/thn.
·
Untuk daerah antara 300 dan 400
LT, hujan di dataran berkisar antara 400 dan 800 mm/thn.
·
Untuk daerah bukan tropis (kering) yang termasuk
negara berhujan, hujannya <200 mm bahkan sampai ± 10 mm/thn.
·
Daerah dengan garis lintang > 700 ,
hujan tidak akan lebih dari 200 mm/thn
ALAT PENGUKUR HUJAN
Banyaknya
hujan dapat diukur dengan alat pengukur hujan (rain gauge)
a.
Alat pengukur hujan biasa
b.
Alat pengukur hujan otomatis
Istilah Presipitasi
selanjutnya, hanya diartikan sebagai jumlah air hujan yang terukur/tertampung
dalam alat pencatat hujan.
Satuan
hujan : mm dan inch
Tujuan
Pengukuran : mengukur banyaknya dan intensitas hujan yang turun pada
permukaan datar, tanpa memperhatikan adanya nfiltrasi, pengaliran atau
penguapan.
ALAT – ALAT YANG DIGUNAKAN DALAM PENGUKURAN
1.
Alat penakar hujan biasa : Memakai tabung yang
didalamnya di isi alat takar berupa corong.
2. Alat
pengukur hujan otomatis ada 3:
1.
Weighing Bucket Rain-Gauge
2.
Float Type Rain-Gauge
3.
Tipping Bucket Rain-Gauge
Alat perekam hujan ini,
dapat dipakai juga untuk menentukan kecepatan atau kederasan hujan untuk jsuatu
jangka waktu yang pendek.
Jika teman2 ingin materi selengkapnya,
teman2 dapat mencari buku si pengarang yang ada dibawah ini yakni :
Judul : Mengenal dasar-dasar hidrologi
Penerbit : NOVA..
pengarang : Ir. Joyce martha W. Dan Ir.
Wanny Sudidarma Dipl.H.
Oke Guys... sampai sini dulu yah tulisan
saya kali ini, kalo ada kesempatan entar saya sambung tulisan saya berdasarkan
topik yang relevan...semoga bermanfaat bagi teman-teman semuanya serta diri
saya pribadi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar