Pengertian Lingkungan Hidup dan Istilah-istilah yang biasa digunakan dalam lingkungan hidup

Pengertian Secara UMUM
Lingkungan hidup, sering disebut sebagai lingkungan, adalah istilah yang dapat mencakup segala makhluk hidupdan tak hidup di alam yang ada di Bumi atau bagian dari Bumi, yang berfungsi secara alami tanpa campur tangan manusia yang berlebihan.
Lawan dari lingkungan hidup adalah lingkungan buatan, yang mencakup wilayah dan komponen-komponennya yang banyak dipengaruhi oleh manusia.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia
ditetapkan dalam sidang umum PBB tahun 1972 untuk menandai pembukaan Konferensi Lingkungan Hidup di Stockholm. Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 5 Juni untuk meningkatkan kesadaran global akan kebutuhan untuk mengambil tindakan lingkungan yang positif. Hari Lingkungan Hidup se-Dunia merupakan instrumen penting yang digunakan PBB untuk meningkatkan kesadaran tentang lingkungan dan mendorong perhatian dan tindakan politik di tingkat dunia. Sebagai milik seluruh masyarakat, hari peringatan ini memberi kesempatan kepada semua orang untuk menjadi bagian aksi global dalam menyuarakan proteksi terhadap planet bumi, pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan serta gaya hidup yang ramah lingkungan.
Hari itu adalah hari di mana Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup Manusiadimulai. Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup Manusia adalah pada tanggal 5-16 Juni 1972 yang didirikan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1972.

 

Definisi Lingkungan Hidup Indonesia

Menurut Undang Undang No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Sedangkan ruang lingkup lingkungan hidup Indonesia meliputi ruang, tempat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berwawasan Nusantara dalam melaksanakan kedaulatan, hak berdaulat, dan yurisdiksinya.
Dalam lingkungan hidup terdapat ekosistem, yaitu tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup.
Merujuk pada definisi di atas, maka lingkungan hidup Indonesia tidak lain merupakan Wawasan Nusantara, yang menempati posisi silang antara dua benua dan dua samudera dengan iklim tropis dan cuaca serta musim yang memberikan kondisi alamiah dan kedudukan dengan peranan strategis yang tinggi nilainya, tempat bangsa Indonesia menyelenggarakan kehidupan bernegara dalam segala aspeknya.
Secara hukum maka wawasan dalam menyelenggarakan penegakan hukumpengelolaan lingkungan hidup di Indonesia adalah Wawasan Nusantara.

 

Persetujuan Internasional tentang Lingkungan Hidup

Indonesia termasuk dalam perjanjian: Biodiversitas, Perubahan Iklim, Desertifikasi, Spesies yang Terancam, Sampah Berbahaya, Hukum Laut, Larangan Ujicoba Nuklir, Perlindungan Lapisan Ozon, Polusi Kapal, Perkayuan Tropis 83, Perkayuan Tropis 94, Dataran basah, Perubahan Iklim - Protokol Kyoto (UU 17/2004), Perlindungan Kehidupan Laut (1958) dengan UU 19/1961.
Masalah Lingkungan Hidup Indonesia
Bahaya alam: banjir, kemarau panjang, tsunami, gempa bumi, gunung berapi, kebakaran hutan, gunung lumpur, tanah longsor,limbah industri, limbah pariwisata, limbah rumah sakit.
Masalah Lingkungan hidup di Indonesia saat ini: penebangan hutan secara liar/pembalakan hutan; polusi air dari limbah industri dan pertambangan; polusi udara di daerah perkotaan (Jakarta merupakan kota dengan udara paling kotor ke 3 di dunia); asap dan kabut dari kebakaran hutan; kebakaran hutan permanen/tidak dapat dipadamkan; perambahan suaka alam/suaka margasatwa; perburuan liar, perdagangan dan pembasmian hewan liar yang dilindungi; penghancuran terumbu karang; pembuangan sampah B3/radioaktif dari negara maju; pembuangan sampah tanpa pemisahan/pengolahan; semburan lumpur liar di Sidoarjo, Jawa Timur; hujan asam yang merupakan akibat dari polusi udara.

Istilah – istilah dalam Lingkungan Hidup

Abatemen 
Upaya mengurangi atau melenyapkan pencemaran dengan cara membuat peraturan atau tindakan teknis, atau kedua-duanya
Abrasi 
Proses atau peristiwa pengausan oleh gesekan atau gerakkan rombakan air sungai atau laut, airhujan, hujan es, atau angin.
Absolute - Rest Precipitation Tank 
Tangki pengendapan diam mutlak atau tanki untuk pengolahan air limbah dengan cara kelompok ; pengolahan ini berbeda dari pengolahan sinambung ; setelah didiamkan dua atau tiga jam,air bagian atas dikeluarkan dari atas,sementara lumpur yang mengendap disingkirkan dari bawah.
Abu 
Bahan tak terbakar yang tersisa setelah suatu bahan bakar (limbah padat) dibakar
Abu Terbang 
Buangan berbentuk partikel halus dan tidak dapat terbakar, yang tersangkut dalam Aliran gas yang keluar dari dalam tanur (fly ash)
Abu Terkaustikkan 
Campuran soda abu (Na2CO2) dan soda kaustik (NaOH) dengan kandungan NaOH 15-45%; digunakan sebagai pelunak air, bahan pembersih lemak, juga digunakan dalam industri kulit.(Causticized ash).
Activated Sludge 
Lumpur teraktifkan; massa setengah cair yang disingkirkan dari air limbah yang mudah.Mengalir,dan kemudian diaerasi dan dibiaki mikroba aerobik sehingga hasil akhirnya berwarna coklat tua sampai coklat keemasan,terurai sebagian,berbutir,atau bergumpal dengan bau seperti tanah.
Adaptasi 
Istilah adaptasi dalam perubahan iklim adalah segala upaya untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh perubahan iklim sekaligus memaksimalkan manfaat positif yang mungkin ditimbulkan.
Adipura Kencana 
Penghargaan yang diberikan pemerintah bagi koto-kota yang telah empat kali meraih Adipura.Setiap aspek manajemen dan peran serta masyarakat (termasuk PKK dan Kesehatan) harus mempunyai nilai 80% dari nilai maksimum setiap aspek tersebut,dan nilai fisik harus lebih besar atau sama dengan 80% dari nilai maksimum.
Adsorbable Organic Halide 
Parameter yang biasa digunakan untuk mengukur kadar senyawa organik halogen teradsorbsi di dalam contoh air. Nilai parameter ini dikaitkan dengan bahan kimia yang digunakan pada proses pemutihan pulp dengan CI atau CIO2
Adsorpsi 
1. Pelekatan suatu bahan pada permukaan suatu padatan atau cair sering digunakan mengekstraksi polutan dengan jalan mengikat dengan bahan adsorben penolakan air,digunakan mengekstraksi minyak dari saluran air dalam tumpahan. 
2.Suatu tipe tarik menarik (adesi) yang terjadi pada permukaan suatu padatan atau cairan dalam kontrak dengan medium lain,menghasilkan kenaikan konsentrasi molekul medium hampir disekitar permukaan padat atau cairan itu.
Advanced Chemikal Unit Process 
Proses satuan kimia lanjutan;operasi kimia pada skala lebih besar dari pada skala laboratorium yang terdiri dari sederet operasi satuan yang canggih; biasanya dilakukan dalam pabrik kimia maupun dalam pengolahan limbah .
Aerasi 
Pengaliran udara ke dalam air untuk menigkatkan kandungan oksigen dengan memancarkan air atau melewatkan gelembung udara ke dalam air.
Aerasi Baur 
Proses pemasukan udara atau oksigen ke dalam limbah yang akan diolah dengan cara pembauran (difusi), yakni udara itu dibiarkan membaur (melarut) dalam cairan limbah lewat permukaan cairan yang dangkal. (diffused aeration)
Aerasi Permukaan 
Sistem pemberian udara pada permukaan cairan; dengan cara ini akan terjadi proses kelarutan udara pada cairan tersebut sehingga terjadi proses oksidasi zat yang ada di dalam cairan itu
Aerator Parit 
Perangkat untuk menjenuhi perairan, misalnya limbah yang akan diolah; dengan oksigen dalam bentuk print. (ditchaerator)
Aerator Parit 
Perangkat untuk menjahui perairan, misalnya limbah yang akan diolah; dengan oksigen dalam bentuk print. (ditchaerator)
Aerobic Degestion 
Perencanaan aerobik; Proses pencernaan limbah basah dengan bantuan mikroorganisme dan oksigen dari udara.
Aerobic Degister 
Pencerna aerobik; tangki dilengkapi pengaduk untuk mencerna limbah basah dengan bantuan mikroorganisme dan oksigen dari udara.
Aerobic Sludge Digestion 
Pencernaan lumpur aerobik; Proses mencerna lumpur yang berasal dari limbah industri ataupun kota dengan bantuan mikroorganisme dan udara.
Aerobik 
1. Mendapat oksigen molekuler sebagai bagian dari lingkungan. 2. Tumbuh hanya dengan kehadiran oksigen molekuler sebagai organisme aerob. 3. Terdapat hanya dengan kehadiran oksigen molekuler. 4. hidup atau aktif hanya jika tersedia oksigen.
Aerosol 
1. Partikel-partikel padat atau cair, diameter kurang dari 1 mikron, tsuspensi dalam keadaan gas. 2. Sistem tersebarnya pertikel halus zat padat atau cairan dalam gas atau udara; partikel itu melayang karena ukuranya cukup kecil.
Aerosols 
Partikel cair atau padat yang tersuspensi di udara
Aforestrasi 
Konversi lahan bukan hutan menjadi lahan hutan melalui kegiatan penanaman (biasa disebut penghijauan) dengan menggunakan jenis tanaman (species) asli (native) atau dari luar (introduce). Menurut Marrakech Accord (2001) kegiatan penghijauan tersebut dilakukan pada kawasan yang 50 tahun sebelumnya bukan merupakan hutan.
Agen Pembasah 
Suatu bahan kimia yang mengurangi tegangan permukaan air dan memungkinkan untuk meresap ke dalam bahan secara lebih cepat.
Agradasi 
Pembentukan suatu permukaan melalui pengendapan; suatu gejala jangka panjang atau geologis dalam sedimentasi.
Agroforestry 
Sistem pertanian dimana tanaman pangan dan tanaman kehutanan ditanam dalam lahan yang sama.
Air 
Istilah air dalam PP No. 82/2001 adalah semua air yang terdapat di atas dan di bawah permukaan tanah kecuali air laut dan air fosil.
Air Agresif 
Air yang mempunyai daya mengalir ke suatu tempat.
Air Alam 
Air yang terdapat dalam alam, baik dalam atmosfer (butiran air yang berbentuk kabut atau awan), dalam laut dengan kandungan garam yang tinggi, air permukaan (sungai dan danau)yang tawar serta air tanah; namun istilah ini biasanya digunakan dalam perbandingan dengan air olahan (air suling dan air demineral) baik untuk air minum maupun air industri
Air Anaerobik 
Air yang praktis tidak mengandung oksigen bebas, baik karena tersekat dari udara bebas maupun karena kandungan zat dengan COD tinggi.
Air Baku 
Air dari bahan air yang diolah menjadi air minum yang pada pokoknya dilakukan dengan cara koagulasi pengendapan penyaringan dan penyucihamaan.
Air Basa 
Perairan dengan pH di atas 8, yang diakibatkan oleh pencemaran industri atau karena air itu melewati bantuan kapur.
Air Berat 
Air yang sebagian besar hidrogennya berupa isotop 2H atau deterium.
Air Influen 
Air yang mengalir masuk kedalam lubang-lubang bak cuci rongga terbuka, dan bahkan terbuang serta lenyap kedalam tanah.
Air Limbah 
1. Air yang membawa sampah (limbah) dari rumah (tempat tinggal), bisnis, dan industri; suatu campuran air dan pendapatan terlarut atau tersuspensi. 2. air buangan dari hasil kegiatan proses yang dibuang keadaan lingkungan.
Air Limbah Balik 
Air limbah yang mengalir balik dalam suatu pengolahan limbah akibat gerakan baling-baling.
Air Limbah Pemberat 
Air limbah yang sengaja tidak dibuang karena dipergunakan sebagai bobot pengimbang, misalnya dalam kapal.
Air Lunak 
Air yang mengandung ion alkali tanah dengan konsentrasi rendah dan biasanya berasal dari bantuan asam; dikatakan rendah jika kandungan CaCo3 kurang dari 50 mg per liter.
Air Minum 
Air yang mutunya (kualitasnya) memenuhi syarat-syarat sebagai air minum seperti yang ditetapkan dalam peraturan menteri kesehatan republik indonesia.
Air Pemandian Alam 
Air dari badan air yang dalam keadaan alami dipergunakan untuk pamandian bagi umum.
Air Permukaan 
1. Semua air yang permukaannya terbuka terhadap atmosfer. 2. Semua perairan pada permukaan tanah; dalam oseanografi adalah air permukaan suatu laut yang merupakan lapisan campuran laut itu. (surface water)
Air Ruang-Antara 
Air tanah yang terkandung dalam pori atau berada dalam ruang di antara butir-butir bantuan atau endapan.
Air Sadah 
Air yang mengandung ion alkali tanah dengan konsentrasi tinggi dan biasanya berasal dari penghanyutan defosit kapur; dikatakan tinggi jika kandungan CaCo3 lebih dari 100 mg per liter.
Air Tambang Asam 
Air tambang yang mengandung asam sulfat bebas, yang terbentuk karena pelapukan pirid (besi sulfida).
Air Tanah 
1. Semua air yang terdapat dalam lapisan pengandung air di bawah permukaan tanah bebas maupun sebagai air artesis. 2. Air bawah permukaan dalam zone jenuh. 3. Air yang menghuni pori-pori, celah bantuan, dan tanah; rentan terhadap pencemaran kerena tidak mengalir.
Air Tanah Antesedent 
Tingkat (drajat) kebahasan suatu lahan (tanah) sebelum irigrasi atau pada permulaan aliran permukaan, yang dinyatakan sebagai suatu indeks atau sebagai jumlah inchi air tanah.
Aklimasi 
1. Penyesuaian fisiologis dan prilaku suatu organisme sebagai reaksi terhadap suatu perubahan lingkungan. 2. modifikasi sifat fenotif suatu organisme yang disebabkan lingkungan.
Akuifer 
Formasi geologi yang terdiri atas batuan sarang yang mengandung air dengan batuan lulus (pasir atau kerikil) yang mampu mengalirkan air dalam jumlah yang berarti.
Akumulasi 
Terkumpulnya suatu zat tertentu menjadi satu kesatuan dalam kurun waktu tertentu.
Aliran Kimiawi 
Sirkulasi dari bahan-bahan kimia dalam ekosistem, suatu proses utama yang mengatur hubungan di antara komponen ekosistem.
Aliran Laminar 
Aliran non turbulen suatu cairan pada lapisan di dekat suatu ujung; merupakan suatu gerakan terarah cairan atau gas. aliran mulus suatu cairan kental yang tidak bertekanan; semua partikel cairan bergerak membentuk garis terpisah dan bebas.
Alkali (Allcaline) 
Bahan kimia dengan dasar kostik yang memiliki kelebihan ion OH, pH dari 7,1 sampai 14. Semakin besar pH semakin tinggi alkalinitasnya.
Alkali Aktif 
Konsentrasi gabungan dari natrium hidroksida (NAOH) dan Natrium Sulfida (Na2S) dalam contoh cairan (lindi) pemasak dinyatakan dalam pound per gallon atau kg per meter kubik, atau persentase bahan alkali terhadap berat kering bahan baku serat, umumnya dinyatakan sebagai Na2O.
Alkali Efektif 
Jumlah antara NAOH dan 1/2NaS, yang merupakan selisih antara alkali aktif dengan jumlah 1/2Na2S, dinyatakan dalam pound per gallon atau kg per meter kubik, atau persentase bahan alkali aktif terhadap berat kering bahan baku serat, umumnya dinyatakan sebagai Na2O.
Alkalinitas 
Kapasitas air untuk menerima proton dan menggambarkan kapasitas bufer alami perairan. perincian alkalinitas permukaan perairan, aslinya, sebagai kandungan karbonat (CO3=), bikarbonat (HCO3-) dan hidroksida (OH-) kadang-kadang juga meliputi kandungan borat, sulfa atau silikat.
Aluvial 
tanah berbahan induk aluvium tau bahan endapan dari air yang mengalir.
Ambang 
Intensitas maksimum atau minimum suatu stimulus (rangsangan) yang dibutuhkan memproduksi (menimbulkan) suatu respon (reaksi) pada suatu organisme.
Ambang Suhu 
Suatu zone transisi sempit antara massa air terbuka dan stratifikasi air litoral dimana isoterm hampir vertikal bersuhu 4 derajat celcius.
AMDAL 
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Anaerobic Decomposition 
Penguraian anaerobic; penguraian bahan organic, misalnya yang berasal dari limbah bakteri anaerobic, yaitu bakteri yang hidup dan berkembang biak tanpa kehadiran oksigen bebas.
Anaerobic Sludge Digestion 
Pencernaan Lumpur anaerobik; Pencernaan Lumpur sebagian limbah organic dari berbagai sumber secara anaerobik sehingga lumpur itu tidak berbau dan dapat digunakan dalam pertanian tanpa mengganggu; bahan organic yang sangat membutukan oksigen (menyebabkkan COD tinggi ) diubah menjadi metana yang dapat dimanfaatkan, sedangkan lemak dan penyusun lain diurai agar tidak menarik lalat dan kutu; disini dilibatkan dua kelompok bakteri, yaitu penghasil asam (bakteri nonmetanogen) dan penghasil metana.
Analisis Gradien 
Cara untuk menghubungkan distribusi spesies dengan perubahan-perubahan lingkungan melalui sampling yang berdasarkan suatu seri komunitas sepanjang satu gradien habitat.
Analisis Lingkungan Strategik 
Untuk mengkaji dampak kebijaksanaan sektoral terhadap lingkungan alam maupun lingkungan social. Bermanfaat untuk menganalisis dampak lingkungan dari suatu rencana tata ruang atau rencana pengembangan wilayah yang mengatur berbagai kegiatan sektoral dalam kawasan geografik tertentu.
Analisis Manfaat Dan Biaya 
Alat untuk menentukan sejauh mana pemeliharan dan peningkatan suatu lingkungan harus dilakukan. Analisis manfaat dan biaya dapat membantu melindungi dan mengelola mutu lingkungan dengan berbagai cara.
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) 
1.Analisis mengenai dampak lingkungan adalah hasil studi mengenai dampak penting suatu Usaha atau kegiatan yang direncanakan terhadap lingkungkan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan. 2.AMDAL Kegiatan terpadu /multi sektor adalah hasil studi mengenai dampak penting usaha atau kegiatan yang terpadu yang direncanakan terhadap lingkungan hidup dalam satu kesatuan hamparan ekosistem dan melinatkan kewenangan lebih dari satu instansi yang bertanggung jawab. 3.AMDAL kawasan adalah hasil studi mengenai dampak penting usaha.atau kegiatan yang direncanakan terhadap lingkungan hidup dalam satu kesatuan hamparan ekosistem dan menyangkut kewenangan satu instansi yang bertanggung jawab.
Analisis Mikroskopik 
Analisis untuk menentukan jenis mikroorganisme yang ada dalam suatu buangan; analisis Ini digunakan untuk menentukan tingkat bahaya terhadap suatu penyakit.
Anomali Cuaca 
Kondisi cuaca yang menyimpang dari keseragaman sifat fisiknya.
Apitan Aliran Air 
Sistem yang meliputi sungai, daerah sekitar yang memengaruhi aliran sungai, sistem akuatik dan manusia serta hasil perlakuannya terhadap daerah tersebut. (water-shed)
Approach Floiw (Pipa Umpan) 
Sistem perpipaan dengan berjalannya lembaran pada mesin kertas.
Arah Mesin 
Arah kertas yang sesuai dengan arah berjalannya lembaran pada mesin kertas.
Arus 
Gerakan air yang tidak priodik, ditimbulkan oleh tenaga luar , termasuk gesekan tekanan angin, berubah karena tekanan atmosfer, bergradian densitas horizontal disebabkan perbedaan pemanasan atau karena difusi bahan terlarut dari sedimen dan aliran air ke danau berhubungan dengan waktu penyimpangan dan pengeluaran.
Atmosfer 
Lapisan udara yang menyelimuti planet bumi. Atmosfer terdiri dari nitrogen (79,1%), oksigen (20,9%), karbondioksida (60,03%) dan beberapa gas mulia (argon, helium, xenon dan lain-lain), ditambah dengan uap air, ammonia, zat-zat organik, ozon, berbagai garam-garaman, dan partikel padat tersuspensi. Atmosfer bumi terdiri dari berbagai lapisan, yaitu berturut-turut dari bawah ke atas adalah troposfer, stratosfer, mesosfer, dan termosfer.
Atmosfer Berasbut 
Atmosfer yang mengandung sekaligus asap dan kabut; biasanya kandungan hidrokarbon (sisa bahan bakar motor) dan oksida-oksida nitrogen dalam udara itu tinggi sehingga dengan bantuan sinar matahari oksida nitrogen dan oksigen akan membentuk ozon dan ozon bersama hidrokarbon membentuk asap kabut.
Atmosphere Major Region 
Daerah utama atmosfer; bagian bawah atmosfer sampai ketinggian 50 km; terdiri dari troposfer (0-16 km) dan stratosfer (16-50 km).
Audit Produksi Bersih 
Upaya terpadu dalam mengumpulkan informasi dan analisisnya yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan bahan baku, energi dan sumber daya lainnya serta mengganti atau mengurangipenggunaan bahan baku, energi dan sumber daya lainnya serta mengganti atau mengurangi penggunaan bahan baku berbahaya dan beracun di dalam proses produksi, sehingga mengurangi jumlah dan toksisitas seluruh emisi dan limbah sebelum keluar dari proses.

Referensi:
1.     Id.Wikipedia.org 


Bahaya Nuklir

Tenaga nuklir mempunyai dampak yang sangat hebat. Dampak yang ditunjukkan di Hiroshima dan Nagasaki memang bukan alang kepalang. Gedung-gedung porak-poranda dan mayat-mayat bergelimpangan. Keampuhan tenaga nuklir sesungguhnya sangat berbahaya. Dan bahaya itu ternyata masih ada meskipun nuklir sudah digunakan untuk tujuan-tujuan damai dan komersial. Bahaya yang sulit dihindari adalah tenaga nuklir memancarkan radiasi radioaktif yang berbahaya bagi manusia.
Kecuali pancaran radioaktif di ruang hampa, radiasi memancar melalui media di sekitarnya. Akibat yang ditimbulkannya sangat tergantung pada jenis radiasi, energi radiasi dan intensitasnya.
Partikel alfa yang terbentuk dari dua proton dan dua neutron, akan berinteraksi dengan atom-atom di sekitamya, memecahkan elektron-elektron dan menghantam inti sehingga berantakan. Dengan demikian partikel alfa akan cepat kehilangan energinya, dan hanya bergerak dalam jarak yang singkat namun menimbulkan kerusakan besar di sepanjang lintasannya. Umumnya, radiasi alfa berhenti dalam jarak setebal lembaran tipis Aluminium.
Partikel beta yang tidak begitu massif dengan satu beban negatif merusak serta membuyarkan elektron-elektron di sekelilingnya, lebih cepat kehilangan energinya sehingga bergerak lebih lambat dibanding partikel alfa. Umumnya radiasi beta berhenti dalam ketebalan selembar kertas tipis.
Sinar gamma yang tak memiliki beban elektris akan kehilangan energinya secara bertahap, bergerak lebih jauh dan menimbulkan gangguan ionisasi yang relatif kecil pada setiap titik tertentu pada lintasannya.
Sedang neutron yang juga tak memiliki beban elektris akan bergerak bebas dalam jarak yang jauh. Gerakannya akan diperlambat lantaran langsung bertubrukan dengan inti. Radiasi gamma dan neutron ini bisa menembus dinding beton.
Lepasnya sebuah elektron dari sebuah atom akan membuat atom menjadi ion. Karena itu pancaran dari inti disebut radiasi ion. Radiasi ion yang melalui sebuah benda akan merubah struktur benda itu secara sementara atau seterusnya. Efek dari radiasi itu sangat tergantung dari berapa banyaknya energi yang dilepaskan ke dalam benda itu. Semakin banyak energi yang dilepaskan kerusakan yang terjadi akan semakin besar. Unit standar untuk mengukur pajanan radiasi adalah “roentgen”, sebutan yang berasal dari nama Wilhelm Roentgent, sang penemu Sinar-X.
Efek radiasi ion itu menjadi berbahaya jika radiasi melalui mahluk hidup. Susunan molekul yang rumit dari makhluk hidup dengan mudah diacak-acak terganggu oleh radiasi. Untuk mengukur efek radiasi pada makhluk hidup digunakan satuan standar “rad”, atau “radiation absorbed dose” (dosis pajanan radiasi), dan “rem” atau “roentgen equivalent man” (setara sinar roentgen).
Tingkat kerusakan yang ditimbulkan partikel alfa dan neutron, satu rad sekitar 20 rem, tergantung energi yang terdapat pada partikel-partikel itu. Agar dapat dipahami besar pancaran radiasi nuklir suatu sumber yang akan diterima oleh suatu jaringan tubuh, dipakai zat radioaktif Co-60. Sumber Co-60 sebagai sumber radiasi dipakai untuk melakukan penyinaran terhadap suatu jaringan tertentu.
Apa yang terjadi bila seseorang mendapat dosis radiasi lebih dari 5 rem per tahun? Hal ini sangat tergantung dari faktor usia. Embrio sangat sensitif terhadap radiasi dengan ambang batas 4 rem, janin 20 rem. Jadi dapat diperkirakan akibatnya bila seorang wanita hamil yang sedang mengandung banyak dironsen. Satu kali difoto ronsen sebesar 0,1-0,2 rem. Dosis radiasi 200 -300 rem yang diterima seorang anak akan mengakibatkan proses penuaan dini, leukemia kemudian meninggal. Menurut informasi, kecelakaan nuklir di PLTN Chernobyl — Ukraina diketahui lebih dahulu oleh negara-negara Eropa Barat.
Dua hari kemudian, Rusia baru melakukan evakuasi penduduk sekitar PLTN. Penduduk di situ selama dua hari tersebut tidak mengerti apa yang sedang terjadi di kompleks PLTN. Dilaporkan juga bahwa terjadi peningkatan kadar radiasi nuklir di atas kepulauan Jepang.
Setelah lokasi PLTN Chemobyl agak aman dari radiasi, tim Jepang melakukan pemeriksaan PLTN tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan penelitian mengenai akibat radiasi nuklir terhadap manusia yang pernah tinggal di sekitar PLTN dan penyebaran awan radioaktifnya. Hasil penelitian ini ditayangkan melalui acara televisi, sehingga dapat disaksikan masyarakat Jepang.
Televisi menayangkan seorang anak berusia 13 tahun yang langsung menerima radiasi nuklir yang sangat besar. Anak tersebut kemudian menderita leukemia akibat ledakan PLTN. Tak lama kemudian terjadi proses penuaan dini sehingga menjadi “nenek-nenek” dan tidak lama kemudian meninggal.
Juga ditayangkan, suatu padang rumput yang jaraknya ratusan kilometer dari lokasi PLTN tercemar debu radioaktif yang dibawa oleh awan dan turun bersama hujan. Lokasi ini kemudian dibersihkan dari debu radioaktif, tapi dampaknya tak langsung hilang. Pada waktu kecelakaan nuklir, antara lain ekspor daging dan susu Rusia ditolak oleh Eropa Barat karena tercemar zat radioaktif. Dosis radiasi sebesar 300-400 rem mengakibatkan sterilisasi (kemandulan) sementara, sterilisasi permanen pada wanita dewasa dan di atas 500 rem sterilisasi permanen pada pria dewasa.
Apabila seseorang mendapat dosis radiasi sebesar 400 – 600 rem dalam beberapa jam — yang dapat terjadi bila ada kecelakaan PLTN — maka akan terjadi proses berikut: orang tersebut akan merasakan nafsu makan hilang, pening, muntah-muntah, lelah dan tak berdaya. Hal ini terjadi sampai 48 jam pertama. Setelah hari ke dua sampai dengan 6-8 minggu gejala¬gejala di atas hilang. Kemudian kondisinya membaik. Atau proses lain, antara 2-3 minggu sampai dengan 6-8 minggu terjadi penyakit kulit dan pendarahan, diare, rambut rontok, demam, lesu kemudian meninggal. Apabila tidak meninggal dunia maka dalam waktu 6-8 minggu adalah proses penyembuhan.
Pustaka: Pembangunan PLTN: demi kemajuan peradaban? : sebuah bunga rampai Oleh Iwan Kurniawan,L. Wilardjo,Stanley,Mohammad Anung,Maria Pakpahan