THE SUPER POWER OF INDONESIA YANG
SEMAKIN HARI SEMAKIN MELEMAH KARENA KEMISKINAN SDA AKIBAT PEJABAT DAN REGULASI
Hai Guys, mau sharing dikit nih sambil menumpahkan
semua unek-unek ane di secarik kertas elektronik ini tentang bobroknya pemerintahan
yang membuat kekayaan negeri kita di jarah oleh pihak luar tanpa mempedulikan
dampak lingkungan yang akan berlarut-larut memiskinkan dan menyengsarakan
masyarakat indonesia serta anak cucu bangsa ini kelak.... pemerintah yang kita
harapkan membela dan memberikan perlindungan terhadap bangsa ini malah banyak
meghianati dengan melakukan KKN (korupsi, Kolusi dan Nepotisme) untuk
memperkaya diri secara tidak wajar..... waduh... jadi esmosi deh... eh..
salah.. emosi...hihihihi :)
“Okey Guys langsung saja saya kita menyelam pada
pokok bahasan...hehehe....”
Bukan rahasia lagi kalau Indonesia
memiliki banyak kekuatan diberbagai sektor. Kekuatan itu datang dari penjuru
negeri ini, dari sabang sampai merauke. Karena kekayaannya dibeberapa sektor
baik sumberdaya alam dari laut hingga kekayaan darat baik yang nampak dengan
mata maupun yang masih terpendam jauh di dalam tanah. Indonesia punya segudang
kekayaan yang tidak dapat dipandang sebelah mata oleh negara-negara lain,
hingga negara adidaya pun seperti Amerika sangat tergantung dengan indonesia,
terutama dibidang eksploitasi mineral. Miris memang jika kita melihat kalau
kekayaan negara kita di kerok dan dijarah sebanyak-banyaknya oleh pihak asing,
namun apa daya yang mampu kita lakukan, pemimpin negeri ini pun tak mampu
membendung dan melindungi kekayaan itu, hanya sanggup melihat dan menonton
serta menunggu habisnya kekayaan itu dijarah oleh pihak luar asal posisi
jabatan nya tetap aman dan kekayaannya tetap terjaga.
Kebanyakan kebijakan yang dibuat
sangatlah tidak menguntungkan rakyat. Boleh dikatakan, kalau kebijakan
peraturan-peraturan yang dibuat saat ini banyak disinyalir pro asing serta
orang yang berdompet tebal dan kontra bagi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat,
alih-alih mengundang investor masuk malah membuat kerugian yang sangat nyata
dirasakan oleh rakyat, khususya rakyat kecil menengah, kalian bisa berkaca dari
banyaknya perusahaan-perusahaan asing maupun perusahaan lokal dan berkantong
tebal yang melakukan ekspansi dan meng eksploitasi jutaan hektar hutan yang
tersebar di kalimantan dan sumatera serta di sulawesi hingga papua tanpa
mempedulikan keberlangsungan lingkungan serta pembangunan yang berkelanjutan.
Di Kalimantan terjadi deforestrasi besar-besaran guna kepentingan pembukaan tanaman produksi jenis sawit, yang jika dilakukan perbandingan antara manfaat dan keuntungan yang didapat masih jauh lebih kecil ketimbang dampak buruk yang akan dirasakan bagi khususnya warga yang hidup di daerah tersebut dan secara umum malah berdampak memiskinkan rakyat Indonesia secara umum. Kebanyakan hasil dari industri tersebut banyak dinikmati oleh Para pengusaha-pengusaha dan petinggi-petinggi negeri dengan melindungi para pengusaha-pengusaha tersebut dengan memberikan kemudahan dalam memberi izin walaupun tidak sesuai dengan kriteri yang sepatutnya.
Dalam salah satu kasus yang dapat
kita ambil sebagai contoh yakni di Kalimantan, pemerintah seakan bertindak
layaknya macan yang kehilangan taringnya dan kukunya yang telah menjadi tumpul,
dapat dikatakan pemerintah kehilangan kekuatannya seakan menutup mata dengan
kejadian serta dampak-dampak yang dirasakan saat ini. Kalimantan yang dulunya
sangat dibanggakan karena merupakan paru-paru Dunia, sekarang malah menjadi
paru-paru dunia yang sudah mulai kotor oleh polusi yang ditimbulkannya, sekarang
sudah menjadi tidak sehat (ibarat paru-paru perokok berat, itulah kalimantan
sekarang). Lain lagi dari sisi mineral tambang serta bahan bakar seperti
batubara, kalimantan betul-betul telah dikuras habis. Dampak buruk dari
Deforestasi adalah indonesia akan kehilangan banyaknya satwa-satwa endemik yang
merupakan kekayaan indonesia yang tak mampu terbeli oleh apapun yakni kekayaan
keanekaragaman hayati. Hal serupa juga terjadi di beberapa pulau yang ada di
indonesia seperti Sumatera dan Sulawesi serta Papua.
Kekayaan indonesia di bidang
mineral dan logam tidak perlu diragukan lagi, dan kekayaan itu banyak tersebar
dari sabang sampai merauke dan kekayaan yang paling banyak di eksploitasi saat
ini yang berada di wilayah indonesia timur, yakni Papua dengan emasnya,
sulawesi dengan Nikelnya serta masih banyak lagi. Bukan tidak mustahil jika
kita mampu mengelola kekayaan yang kita miliki, maka indonesia maka akan
menjadi salah satu negara yang sangat diperhitungkan seperti halnya
negara-negara arab yang mandiri dengan minyaknya. Negara mampu membayar semua
hutang luar negeri dan tak perlu lagi berhutang untuk menutupi defisit anggaran
pembangunan.
Sedikit saya mengutip sebuah
tulisan dari Forum Hijau Indonesia, yang bergerak di bidang aktivis lingkungan.
Tulisannya bisa dibaca dibawah ini :
PT. Freeport McMoran Indonesia
(Freeport) merupakan perusahaan penghasil emas terbesar di dunia melalui
tambang Grasberg. Freeport Indonesia telah melakukan eksplorasi di dua tempat
di Papua, masing-masing tambang Erstberg, dari tahun 1967, dan tambang Grasberg,
sejak tahun 1988, di kawasan Tembaga Pura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.
Mining International, sebuah
majalah perdagangan, menyebut tambang emas Freeport sebagai tambang yang
terbesar di dunia. Berikut beberapa fakta dilematis tentang freeport yang telah
sangat-sangat merugikan bangsa Indonesia :
1. PT Freeport McMoran Indonesia
(Freeport) melakukan aktivitas penambangan di Papua yang dimulai sejak tahun
1967 atau selama 42 tahun. Keuntungan dari kegiatan penambangan mineral
freeport telah menghasilkan keuntungan luar biasa besar terhadap perusahaan
milik bule tersebut. Tetapi lihatlah, apakah keuntungan itu juga dinikmati
bangsa Indonesia terutama rakyat papua? Lalu, mengapa pula di Yohukimo masih
terjadi kelaparan.
2. Hasil tambang Freeport berupa
tambang emas, perak, tembaga, molybdenum, dan rhenium terbesar di dunia.
Fasilitas dan tunjangan serta keuntungan yang dinikmati para petinggi freeport,
besarnya 1 juta kali lipat pendapatan tahunan penduduk Timika, Papua, yang
hanya sekitar $132/ tahun. Keuntungan yang diperoleh Freeport tidak melahirkan
kesejahteraan bagi Indonesia, terutama warga sekitar. Kesenjangan ala kolonial
inilah yang menjadi bibit konflik di papua.
3. Keberadaan sang Freeport
sangat didukung pemerintah. Dilihat dari Penandatanganan Kontrak Karya (KK) I
pertambangan antara pemerintah Indonesia dengan Freeport pada 1967, yang
kemudian menjadi landasan aktivitas pertambangan Freeport. Bahkan kemudian UU
Pertambangan Nomor 11/1967, yang disahkan pada Desember 1967 yang disahkan delapan
bulan setelah penandatanganan KK, menjadikan KK tersebut menjadi dasar
penyusunannya.
4. Penambangan Ertsberg dimulai
pada Maret 1973 dan habis pada tahun 1980-an, sisa lubangnya sedalam 360 meter.
5. Pada tahun 1988, Freeport
mulai menambang Grasberg sebuah cadangan raksasa lainnya, hingga detik ini.
6. Hasil dari eksploitasi kedua
wilayah tersebut diatas, Freeport memperolah sekitar 7,3 juta ton tembaga dan
724,7 juta ton emas (itu menurut data diatas kertas).
7. Sampai Bulan Juli 2005, lubang
yang diakibatkan penambangan Grasberg mencapai diameter 2,4 kilometer yang
meliputi luas 499 Ha, dalamnya 800m, sama dengan ketinggian gedung tertinggi di
dunia Burj, Dubai.
8. Diperkirakan terdapat 18 juta
ton cadangan tembaga, dan 1.430 ton cadangan emas yang tersisa, hingga rencana
penutupan tambang pada 2041.
9. Masalah yang timbul dari
aktivitas Freeport yang berlangsung dalam kurun waktu lama ini, diantaranya
penerimaan negara yang tidak optimal dan peran negara/BUMN untuk ikut mengelola
tambang yang sangat minim, serta dampak lingkungan yang luarbiasa. Kerusakan
bentang alam seluas 166 km persegi di DAS sungai Ajkwa yang meliputi
pengunungan Grasberg dan Ersberg. Berupa rusaknya bentang alam pegunungan
Grasberg dan Erstberg.
10. Cadangan emas yang dikelola Freeport
termasuk di dalam 50% cadangan emas di kepulauan Indonesia. Dari hasil luar
biasa banyak tersebut, yang masuk APBN sangat sedikit, alias sepersekian dari
hasil sesungguhnya, belum lagi korupsi yang dilakukan oleh para pejabat.
11. Freeport baru mengakui, bahwa
mereka menambang emas pada tahun 2005, sebelumnya yang diakui hanya penambangan
tembaga. Banyaknya emas yang ditambang selama 21 tahun, tidak pernah diketahui
publik sebelumnya.
12. Volume emas dicurigai lebih
diperkirakan sebesar 2,16 hingga 2,5 miliar ton emas.
13. Pendapatan utama Freeport
dari operasi tambangnya di Indonesia adalah sekitar 60% (Simak Investor Daily,
10 Agustus 2009).
14. Hampir 700 ribu ton material
dikeruk dan mengahasilkan 225 ribu ton bijih emas setiap harinya. Jumlah ini
setara dengan 70 ribu truk kapasitas angkut 10 ton berjejer sepanjang 700 km
sejauh jarak Jakarta sampai Surabaya.
15. Freport hampir tidak berkontribusi terhadap Indonesia, bahkan penduduk mimika sendiri. Kompisisi Penduduk Kabupaten Mimika, tempat Freeport berada, terdiri dari 35% penduduk asli dan 65% pendatang. Menurut BPS 41% penduduk mimika miskin, 60% penduduk miskin tersebut adalah penduduk asli. Di Provinsi Papua sendiri, kemiskinan mencapai 80,07% atau 1,5 juta penduduk.
16. Lebih dari 66% penduduk
miskin papua adalah penduduk asli yang tinggal di wilayah operasi Freeport di
pegunungan tengah, yang notabene para aparat disana antara tahun 1998 dan 2004
telah menerima suap mencapai hampir 20 juta dolar AS (Menurut laporan New York
Times pada Desember 2005). Dan malah kantong-kantong kemiskinan justru
menggerogoti wilayah yang ada di sekitar Freeport.
Dengan fakta-fakta diatas
tersebut, maka wajar jika hal ini menjadi sesuatu yang dilematis bagi bangsa
Indonesia selama ini, khususnya masyarakat Papua. Padahal, pertambangan yang
sangat luar biasa besar ini, mampu kita kelola sendiri, dengan jerih payah kita
sendiri, tanpa campur tangan pihak asing sedikit pun. (Sumber : Forum Hijau
Indonesia).
Bagaimana
Guys... sudah ikut-ikutan geregetan kan ???.. hahahaha...
Udah dulu yah Guys, tangan gue
udah keriting ngetiknya.... kalo ada waktu buat ngotak atik komputer lagi, akan
gue sambung deh dengan tulisan yang relevan dan berisi... semogabermanfaat yah
bagi anda dan khususnya bagi saya sendiri... okhay...wassalam...


