INDONESIA SUPER POWER

THE SUPER POWER OF INDONESIA YANG SEMAKIN HARI SEMAKIN MELEMAH KARENA KEMISKINAN SDA AKIBAT PEJABAT DAN  REGULASI

Hai Guys, mau sharing dikit nih sambil menumpahkan semua unek-unek ane di secarik kertas elektronik ini tentang bobroknya pemerintahan yang membuat kekayaan negeri kita di jarah oleh pihak luar tanpa mempedulikan dampak lingkungan yang akan berlarut-larut memiskinkan dan menyengsarakan masyarakat indonesia serta anak cucu bangsa ini kelak.... pemerintah yang kita harapkan membela dan memberikan perlindungan terhadap bangsa ini malah banyak meghianati dengan melakukan KKN (korupsi, Kolusi dan Nepotisme) untuk memperkaya diri secara tidak wajar..... waduh... jadi esmosi deh... eh.. salah.. emosi...hihihihi :)

“Okey Guys langsung saja saya kita menyelam pada pokok bahasan...hehehe....”

Bukan rahasia lagi kalau Indonesia memiliki banyak kekuatan diberbagai sektor. Kekuatan itu datang dari penjuru negeri ini, dari sabang sampai merauke. Karena kekayaannya dibeberapa sektor baik sumberdaya alam dari laut hingga kekayaan darat baik yang nampak dengan mata maupun yang masih terpendam jauh di dalam tanah. Indonesia punya segudang kekayaan yang tidak dapat dipandang sebelah mata oleh negara-negara lain, hingga negara adidaya pun seperti Amerika sangat tergantung dengan indonesia, terutama dibidang eksploitasi mineral. Miris memang jika kita melihat kalau kekayaan negara kita di kerok dan dijarah sebanyak-banyaknya oleh pihak asing, namun apa daya yang mampu kita lakukan, pemimpin negeri ini pun tak mampu membendung dan melindungi kekayaan itu, hanya sanggup melihat dan menonton serta menunggu habisnya kekayaan itu dijarah oleh pihak luar asal posisi jabatan nya tetap aman dan kekayaannya tetap terjaga.
Kebanyakan kebijakan yang dibuat sangatlah tidak menguntungkan rakyat. Boleh dikatakan, kalau kebijakan peraturan-peraturan yang dibuat saat ini banyak disinyalir pro asing serta orang yang berdompet tebal dan kontra bagi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, alih-alih mengundang investor masuk malah membuat kerugian yang sangat nyata dirasakan oleh rakyat, khususya rakyat kecil menengah, kalian bisa berkaca dari banyaknya perusahaan-perusahaan asing maupun perusahaan lokal dan berkantong tebal yang melakukan ekspansi dan meng eksploitasi jutaan hektar hutan yang tersebar di kalimantan dan sumatera serta di sulawesi hingga papua tanpa mempedulikan keberlangsungan lingkungan serta pembangunan yang berkelanjutan.  



Di Kalimantan terjadi deforestrasi besar-besaran guna kepentingan pembukaan tanaman produksi jenis sawit, yang jika dilakukan perbandingan antara manfaat dan keuntungan yang didapat masih jauh lebih kecil ketimbang dampak buruk yang akan dirasakan bagi khususnya warga yang hidup di daerah tersebut dan secara umum malah berdampak memiskinkan rakyat Indonesia secara umum. Kebanyakan hasil dari industri tersebut banyak dinikmati oleh Para pengusaha-pengusaha dan petinggi-petinggi negeri dengan melindungi para pengusaha-pengusaha tersebut dengan memberikan kemudahan dalam memberi izin walaupun tidak sesuai dengan kriteri yang sepatutnya.
Dalam salah satu kasus yang dapat kita ambil sebagai contoh yakni di Kalimantan, pemerintah seakan bertindak layaknya macan yang kehilangan taringnya dan kukunya yang telah menjadi tumpul, dapat dikatakan pemerintah kehilangan kekuatannya seakan menutup mata dengan kejadian serta dampak-dampak yang dirasakan saat ini. Kalimantan yang dulunya sangat dibanggakan karena merupakan paru-paru Dunia, sekarang malah menjadi paru-paru dunia yang sudah mulai kotor oleh polusi yang ditimbulkannya, sekarang sudah menjadi tidak sehat (ibarat paru-paru perokok berat, itulah kalimantan sekarang). Lain lagi dari sisi mineral tambang serta bahan bakar seperti batubara, kalimantan betul-betul telah dikuras habis. Dampak buruk dari Deforestasi adalah indonesia akan kehilangan banyaknya satwa-satwa endemik yang merupakan kekayaan indonesia yang tak mampu terbeli oleh apapun yakni kekayaan keanekaragaman hayati. Hal serupa juga terjadi di beberapa pulau yang ada di indonesia seperti Sumatera dan Sulawesi serta Papua.
Kekayaan indonesia di bidang mineral dan logam tidak perlu diragukan lagi, dan kekayaan itu banyak tersebar dari sabang sampai merauke dan kekayaan yang paling banyak di eksploitasi saat ini yang berada di wilayah indonesia timur, yakni Papua dengan emasnya, sulawesi dengan Nikelnya serta masih banyak lagi. Bukan tidak mustahil jika kita mampu mengelola kekayaan yang kita miliki, maka indonesia maka akan menjadi salah satu negara yang sangat diperhitungkan seperti halnya negara-negara arab yang mandiri dengan minyaknya. Negara mampu membayar semua hutang luar negeri dan tak perlu lagi berhutang untuk menutupi defisit anggaran pembangunan.
Sedikit saya mengutip sebuah tulisan dari Forum Hijau Indonesia, yang bergerak di bidang aktivis lingkungan. Tulisannya bisa dibaca dibawah ini :
PT. Freeport McMoran Indonesia (Freeport) merupakan perusahaan penghasil emas terbesar di dunia melalui tambang Grasberg. Freeport Indonesia telah melakukan eksplorasi di dua tempat di Papua, masing-masing tambang Erstberg, dari tahun 1967, dan tambang Grasberg, sejak tahun 1988, di kawasan Tembaga Pura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.
Mining International, sebuah majalah perdagangan, menyebut tambang emas Freeport sebagai tambang yang terbesar di dunia. Berikut beberapa fakta dilematis tentang freeport yang telah sangat-sangat merugikan bangsa Indonesia :
1. PT Freeport McMoran Indonesia (Freeport) melakukan aktivitas penambangan di Papua yang dimulai sejak tahun 1967 atau selama 42 tahun. Keuntungan dari kegiatan penambangan mineral freeport telah menghasilkan keuntungan luar biasa besar terhadap perusahaan milik bule tersebut. Tetapi lihatlah, apakah keuntungan itu juga dinikmati bangsa Indonesia terutama rakyat papua? Lalu, mengapa pula di Yohukimo masih terjadi kelaparan.
2. Hasil tambang Freeport berupa tambang emas, perak, tembaga, molybdenum, dan rhenium terbesar di dunia. Fasilitas dan tunjangan serta keuntungan yang dinikmati para petinggi freeport, besarnya 1 juta kali lipat pendapatan tahunan penduduk Timika, Papua, yang hanya sekitar $132/ tahun. Keuntungan yang diperoleh Freeport tidak melahirkan kesejahteraan bagi Indonesia, terutama warga sekitar. Kesenjangan ala kolonial inilah yang menjadi bibit konflik di papua.
3. Keberadaan sang Freeport sangat didukung pemerintah. Dilihat dari Penandatanganan Kontrak Karya (KK) I pertambangan antara pemerintah Indonesia dengan Freeport pada 1967, yang kemudian menjadi landasan aktivitas pertambangan Freeport. Bahkan kemudian UU Pertambangan Nomor 11/1967, yang disahkan pada Desember 1967 yang disahkan delapan bulan setelah penandatanganan KK, menjadikan KK tersebut menjadi dasar penyusunannya.
4. Penambangan Ertsberg dimulai pada Maret 1973 dan habis pada tahun 1980-an, sisa lubangnya sedalam 360 meter.
5. Pada tahun 1988, Freeport mulai menambang Grasberg sebuah cadangan raksasa lainnya, hingga detik ini.
6. Hasil dari eksploitasi kedua wilayah tersebut diatas, Freeport memperolah sekitar 7,3 juta ton tembaga dan 724,7 juta ton emas (itu menurut data diatas kertas).
7. Sampai Bulan Juli 2005, lubang yang diakibatkan penambangan Grasberg mencapai diameter 2,4 kilometer yang meliputi luas 499 Ha, dalamnya 800m, sama dengan ketinggian gedung tertinggi di dunia Burj, Dubai.
8. Diperkirakan terdapat 18 juta ton cadangan tembaga, dan 1.430 ton cadangan emas yang tersisa, hingga rencana penutupan tambang pada 2041.
9. Masalah yang timbul dari aktivitas Freeport yang berlangsung dalam kurun waktu lama ini, diantaranya penerimaan negara yang tidak optimal dan peran negara/BUMN untuk ikut mengelola tambang yang sangat minim, serta dampak lingkungan yang luarbiasa. Kerusakan bentang alam seluas 166 km persegi di DAS sungai Ajkwa yang meliputi pengunungan Grasberg dan Ersberg. Berupa rusaknya bentang alam pegunungan Grasberg dan Erstberg.
10. Cadangan emas yang dikelola Freeport termasuk di dalam 50% cadangan emas di kepulauan Indonesia. Dari hasil luar biasa banyak tersebut, yang masuk APBN sangat sedikit, alias sepersekian dari hasil sesungguhnya, belum lagi korupsi yang dilakukan oleh para pejabat.
11. Freeport baru mengakui, bahwa mereka menambang emas pada tahun 2005, sebelumnya yang diakui hanya penambangan tembaga. Banyaknya emas yang ditambang selama 21 tahun, tidak pernah diketahui publik sebelumnya.
12. Volume emas dicurigai lebih diperkirakan sebesar 2,16 hingga 2,5 miliar ton emas.
13. Pendapatan utama Freeport dari operasi tambangnya di Indonesia adalah sekitar 60% (Simak Investor Daily, 10 Agustus 2009).
14. Hampir 700 ribu ton material dikeruk dan mengahasilkan 225 ribu ton bijih emas setiap harinya. Jumlah ini setara dengan 70 ribu truk kapasitas angkut 10 ton berjejer sepanjang 700 km sejauh jarak Jakarta sampai Surabaya.

15. Freport hampir tidak berkontribusi terhadap Indonesia, bahkan penduduk mimika sendiri. Kompisisi Penduduk Kabupaten Mimika, tempat Freeport berada, terdiri dari 35% penduduk asli dan 65% pendatang. Menurut BPS 41% penduduk mimika miskin, 60% penduduk miskin tersebut adalah penduduk asli. Di Provinsi Papua sendiri, kemiskinan mencapai 80,07% atau 1,5 juta penduduk.
16. Lebih dari 66% penduduk miskin papua adalah penduduk asli yang tinggal di wilayah operasi Freeport di pegunungan tengah, yang notabene para aparat disana antara tahun 1998 dan 2004 telah menerima suap mencapai hampir 20 juta dolar AS (Menurut laporan New York Times pada Desember 2005). Dan malah kantong-kantong kemiskinan justru menggerogoti wilayah yang ada di sekitar Freeport.
Dengan fakta-fakta diatas tersebut, maka wajar jika hal ini menjadi sesuatu yang dilematis bagi bangsa Indonesia selama ini, khususnya masyarakat Papua. Padahal, pertambangan yang sangat luar biasa besar ini, mampu kita kelola sendiri, dengan jerih payah kita sendiri, tanpa campur tangan pihak asing sedikit pun. (Sumber : Forum Hijau Indonesia).

Bagaimana Guys... sudah ikut-ikutan geregetan kan ???.. hahahaha...
Udah dulu yah Guys, tangan gue udah keriting ngetiknya.... kalo ada waktu buat ngotak atik komputer lagi, akan gue sambung deh dengan tulisan yang relevan dan berisi... semogabermanfaat yah bagi anda dan khususnya bagi saya sendiri... okhay...wassalam...




Hidrologi Dasar (Pengukuran Presipitasi)

PENGUKURAN PRESIPITASI

Eh hujan gerimis aje....ikan kering diasinin, eh kawan jangan melamun aje mari bareng-bareng kite belajar disini....hahahahahaha :D
 Hai Guys... welcome to my blog..hihiiii J .... disini saya akan sedikit berbagi kepada teman-teman tentang segelintir pengatahuan tentang hidrologi.... yang saya akan bahas disini adalah tentang:
1.       Apasih alat-alat ukur yang biasa digunakan oleh kalangan profesional maupun peneliti dalam mengukur hujan atau bahasa gaulnya Presipitasi...hihihihi J
2.       Lanjut yah guys.... yang akan kita bahas selanjutnya adalah, metode apa saja yang digunakan dalam kegiatan pengukuran khususnya mengukur presipitasi.... okay kawan... klo gitu kita lansung aja yah cek it out...hihihi
“Oke sekarang kita serius dikit...”
                Berdasarkan pengertian,  Presipitasi merupakan proses atau peristiwa jatuhnya cairan dari atmosphere ke permukaan Bumi. Proses Presipitasi ini dapat berwujud dalam 2 bentuk yakni :
a.       Presipitasi cair             :  Hujan, embun
b.      Presipitasi beku          :  salju, hujan es, dan lain sebagaiya.
Presipitasi termasuk faktor pengontrol yang mudah diamati dalam sirkulasi hidrologi pada suatu DAS (Daerah Aliran Sungai).  Seorang perencana atau hirologist  harus dapat menentukan variasi karakteristik hujan di suatu DAS dari hasil pengumpulan, perhitugnan atau analisa data, serta dapat menentukan bagaimana pengukurannya maupun cara mengaalisa data hasil pengukuran. Karena selain tergantung dari data yang tersedia, maka kebutuhan akan data hujan akan tergantung pula pada kebutuhan lebih lanjut, apakah akan seteliti data harian, bulanan atau harus data tahunan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Presipitasi
a.      Adanya uap air di atmosphere
b.      Faktor-faktor meteorologis
c.       Lokasi daerah, sehubungan dengan sistem sirkulasi secara umum
d.      Rintangan yang disebabkan oleh gunung dan lain-lain
Presipitasi dari daerah ke darah yang lain dari tahun ke tahun berbeda-beda. Sebagai ilustrasi, berikut ini dicantumkan nilai presipitasi rata-rata tahunan untuk beberapa tempat di dunia (mm/tahun).
-          Cherrapodnge (India)                 =    10.800 mm/thn
-          Boenaventura (Colombia)         =    7.130 mm/thn
-          Singapura                                         =    2.320 mm/thn
-          Indonesia                                         =    2.250 mm/thn
-          Belanda                                             =    750 mm/thn
-          Athena                                              =    390 mm/thn
-          Teheran                                            =    220 mm/thn
Atau dapat disimpulkan bahwa distribusi hujan diDunia adalah sebagai berikut ;
·         Pada daerah Ekuator (dari 0 – 200) hujan rata-rata bulanan berkisar antara 1500 – 3000 mm/thn.
·         Untuk daerah antara 300 dan 400 LT, hujan di dataran berkisar antara 400 dan 800 mm/thn.
·         Untuk daerah bukan tropis (kering) yang termasuk negara berhujan, hujannya <200 mm bahkan sampai ± 10 mm/thn.
·         Daerah dengan garis lintang > 700 , hujan tidak akan lebih dari 200 mm/thn

ALAT PENGUKUR HUJAN
                Banyaknya hujan dapat diukur dengan alat pengukur hujan (rain gauge)
a.       Alat pengukur hujan biasa
b.      Alat pengukur hujan otomatis

Istilah Presipitasi selanjutnya, hanya diartikan sebagai jumlah air hujan yang terukur/tertampung dalam alat pencatat hujan.

Satuan hujan : mm dan inch

Tujuan Pengukuran : mengukur banyaknya dan intensitas hujan yang turun pada permukaan datar, tanpa memperhatikan adanya nfiltrasi, pengaliran atau penguapan.

ALAT – ALAT YANG DIGUNAKAN DALAM PENGUKURAN
1.      Alat penakar hujan biasa : Memakai tabung yang didalamnya di isi alat takar berupa corong.
2.      Alat pengukur hujan otomatis ada 3:
1.       Weighing Bucket Rain-Gauge
2.       Float Type Rain-Gauge
3.       Tipping Bucket Rain-Gauge
Alat perekam hujan ini, dapat dipakai juga untuk menentukan kecepatan atau kederasan hujan untuk jsuatu jangka waktu yang pendek.
 




Jika teman2 ingin materi selengkapnya, teman2 dapat mencari buku si pengarang yang ada dibawah ini yakni :
Judul : Mengenal dasar-dasar hidrologi
Penerbit : NOVA..
pengarang : Ir. Joyce martha W. Dan Ir. Wanny Sudidarma Dipl.H.


Oke Guys... sampai sini dulu yah tulisan saya kali ini, kalo ada kesempatan entar saya sambung tulisan saya berdasarkan topik yang relevan...semoga bermanfaat bagi teman-teman semuanya serta diri saya pribadi... 

Pengertian Lingkungan Hidup dan Istilah-istilah yang biasa digunakan dalam lingkungan hidup

Pengertian Secara UMUM
Lingkungan hidup, sering disebut sebagai lingkungan, adalah istilah yang dapat mencakup segala makhluk hidupdan tak hidup di alam yang ada di Bumi atau bagian dari Bumi, yang berfungsi secara alami tanpa campur tangan manusia yang berlebihan.
Lawan dari lingkungan hidup adalah lingkungan buatan, yang mencakup wilayah dan komponen-komponennya yang banyak dipengaruhi oleh manusia.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia
ditetapkan dalam sidang umum PBB tahun 1972 untuk menandai pembukaan Konferensi Lingkungan Hidup di Stockholm. Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 5 Juni untuk meningkatkan kesadaran global akan kebutuhan untuk mengambil tindakan lingkungan yang positif. Hari Lingkungan Hidup se-Dunia merupakan instrumen penting yang digunakan PBB untuk meningkatkan kesadaran tentang lingkungan dan mendorong perhatian dan tindakan politik di tingkat dunia. Sebagai milik seluruh masyarakat, hari peringatan ini memberi kesempatan kepada semua orang untuk menjadi bagian aksi global dalam menyuarakan proteksi terhadap planet bumi, pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan serta gaya hidup yang ramah lingkungan.
Hari itu adalah hari di mana Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup Manusiadimulai. Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup Manusia adalah pada tanggal 5-16 Juni 1972 yang didirikan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1972.

 

Definisi Lingkungan Hidup Indonesia

Menurut Undang Undang No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Sedangkan ruang lingkup lingkungan hidup Indonesia meliputi ruang, tempat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berwawasan Nusantara dalam melaksanakan kedaulatan, hak berdaulat, dan yurisdiksinya.
Dalam lingkungan hidup terdapat ekosistem, yaitu tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup.
Merujuk pada definisi di atas, maka lingkungan hidup Indonesia tidak lain merupakan Wawasan Nusantara, yang menempati posisi silang antara dua benua dan dua samudera dengan iklim tropis dan cuaca serta musim yang memberikan kondisi alamiah dan kedudukan dengan peranan strategis yang tinggi nilainya, tempat bangsa Indonesia menyelenggarakan kehidupan bernegara dalam segala aspeknya.
Secara hukum maka wawasan dalam menyelenggarakan penegakan hukumpengelolaan lingkungan hidup di Indonesia adalah Wawasan Nusantara.

 

Persetujuan Internasional tentang Lingkungan Hidup

Indonesia termasuk dalam perjanjian: Biodiversitas, Perubahan Iklim, Desertifikasi, Spesies yang Terancam, Sampah Berbahaya, Hukum Laut, Larangan Ujicoba Nuklir, Perlindungan Lapisan Ozon, Polusi Kapal, Perkayuan Tropis 83, Perkayuan Tropis 94, Dataran basah, Perubahan Iklim - Protokol Kyoto (UU 17/2004), Perlindungan Kehidupan Laut (1958) dengan UU 19/1961.
Masalah Lingkungan Hidup Indonesia
Bahaya alam: banjir, kemarau panjang, tsunami, gempa bumi, gunung berapi, kebakaran hutan, gunung lumpur, tanah longsor,limbah industri, limbah pariwisata, limbah rumah sakit.
Masalah Lingkungan hidup di Indonesia saat ini: penebangan hutan secara liar/pembalakan hutan; polusi air dari limbah industri dan pertambangan; polusi udara di daerah perkotaan (Jakarta merupakan kota dengan udara paling kotor ke 3 di dunia); asap dan kabut dari kebakaran hutan; kebakaran hutan permanen/tidak dapat dipadamkan; perambahan suaka alam/suaka margasatwa; perburuan liar, perdagangan dan pembasmian hewan liar yang dilindungi; penghancuran terumbu karang; pembuangan sampah B3/radioaktif dari negara maju; pembuangan sampah tanpa pemisahan/pengolahan; semburan lumpur liar di Sidoarjo, Jawa Timur; hujan asam yang merupakan akibat dari polusi udara.

Istilah – istilah dalam Lingkungan Hidup

Abatemen 
Upaya mengurangi atau melenyapkan pencemaran dengan cara membuat peraturan atau tindakan teknis, atau kedua-duanya
Abrasi 
Proses atau peristiwa pengausan oleh gesekan atau gerakkan rombakan air sungai atau laut, airhujan, hujan es, atau angin.
Absolute - Rest Precipitation Tank 
Tangki pengendapan diam mutlak atau tanki untuk pengolahan air limbah dengan cara kelompok ; pengolahan ini berbeda dari pengolahan sinambung ; setelah didiamkan dua atau tiga jam,air bagian atas dikeluarkan dari atas,sementara lumpur yang mengendap disingkirkan dari bawah.
Abu 
Bahan tak terbakar yang tersisa setelah suatu bahan bakar (limbah padat) dibakar
Abu Terbang 
Buangan berbentuk partikel halus dan tidak dapat terbakar, yang tersangkut dalam Aliran gas yang keluar dari dalam tanur (fly ash)
Abu Terkaustikkan 
Campuran soda abu (Na2CO2) dan soda kaustik (NaOH) dengan kandungan NaOH 15-45%; digunakan sebagai pelunak air, bahan pembersih lemak, juga digunakan dalam industri kulit.(Causticized ash).
Activated Sludge 
Lumpur teraktifkan; massa setengah cair yang disingkirkan dari air limbah yang mudah.Mengalir,dan kemudian diaerasi dan dibiaki mikroba aerobik sehingga hasil akhirnya berwarna coklat tua sampai coklat keemasan,terurai sebagian,berbutir,atau bergumpal dengan bau seperti tanah.
Adaptasi 
Istilah adaptasi dalam perubahan iklim adalah segala upaya untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh perubahan iklim sekaligus memaksimalkan manfaat positif yang mungkin ditimbulkan.
Adipura Kencana 
Penghargaan yang diberikan pemerintah bagi koto-kota yang telah empat kali meraih Adipura.Setiap aspek manajemen dan peran serta masyarakat (termasuk PKK dan Kesehatan) harus mempunyai nilai 80% dari nilai maksimum setiap aspek tersebut,dan nilai fisik harus lebih besar atau sama dengan 80% dari nilai maksimum.
Adsorbable Organic Halide 
Parameter yang biasa digunakan untuk mengukur kadar senyawa organik halogen teradsorbsi di dalam contoh air. Nilai parameter ini dikaitkan dengan bahan kimia yang digunakan pada proses pemutihan pulp dengan CI atau CIO2
Adsorpsi 
1. Pelekatan suatu bahan pada permukaan suatu padatan atau cair sering digunakan mengekstraksi polutan dengan jalan mengikat dengan bahan adsorben penolakan air,digunakan mengekstraksi minyak dari saluran air dalam tumpahan. 
2.Suatu tipe tarik menarik (adesi) yang terjadi pada permukaan suatu padatan atau cairan dalam kontrak dengan medium lain,menghasilkan kenaikan konsentrasi molekul medium hampir disekitar permukaan padat atau cairan itu.
Advanced Chemikal Unit Process 
Proses satuan kimia lanjutan;operasi kimia pada skala lebih besar dari pada skala laboratorium yang terdiri dari sederet operasi satuan yang canggih; biasanya dilakukan dalam pabrik kimia maupun dalam pengolahan limbah .
Aerasi 
Pengaliran udara ke dalam air untuk menigkatkan kandungan oksigen dengan memancarkan air atau melewatkan gelembung udara ke dalam air.
Aerasi Baur 
Proses pemasukan udara atau oksigen ke dalam limbah yang akan diolah dengan cara pembauran (difusi), yakni udara itu dibiarkan membaur (melarut) dalam cairan limbah lewat permukaan cairan yang dangkal. (diffused aeration)
Aerasi Permukaan 
Sistem pemberian udara pada permukaan cairan; dengan cara ini akan terjadi proses kelarutan udara pada cairan tersebut sehingga terjadi proses oksidasi zat yang ada di dalam cairan itu
Aerator Parit 
Perangkat untuk menjenuhi perairan, misalnya limbah yang akan diolah; dengan oksigen dalam bentuk print. (ditchaerator)
Aerator Parit 
Perangkat untuk menjahui perairan, misalnya limbah yang akan diolah; dengan oksigen dalam bentuk print. (ditchaerator)
Aerobic Degestion 
Perencanaan aerobik; Proses pencernaan limbah basah dengan bantuan mikroorganisme dan oksigen dari udara.
Aerobic Degister 
Pencerna aerobik; tangki dilengkapi pengaduk untuk mencerna limbah basah dengan bantuan mikroorganisme dan oksigen dari udara.
Aerobic Sludge Digestion 
Pencernaan lumpur aerobik; Proses mencerna lumpur yang berasal dari limbah industri ataupun kota dengan bantuan mikroorganisme dan udara.
Aerobik 
1. Mendapat oksigen molekuler sebagai bagian dari lingkungan. 2. Tumbuh hanya dengan kehadiran oksigen molekuler sebagai organisme aerob. 3. Terdapat hanya dengan kehadiran oksigen molekuler. 4. hidup atau aktif hanya jika tersedia oksigen.
Aerosol 
1. Partikel-partikel padat atau cair, diameter kurang dari 1 mikron, tsuspensi dalam keadaan gas. 2. Sistem tersebarnya pertikel halus zat padat atau cairan dalam gas atau udara; partikel itu melayang karena ukuranya cukup kecil.
Aerosols 
Partikel cair atau padat yang tersuspensi di udara
Aforestrasi 
Konversi lahan bukan hutan menjadi lahan hutan melalui kegiatan penanaman (biasa disebut penghijauan) dengan menggunakan jenis tanaman (species) asli (native) atau dari luar (introduce). Menurut Marrakech Accord (2001) kegiatan penghijauan tersebut dilakukan pada kawasan yang 50 tahun sebelumnya bukan merupakan hutan.
Agen Pembasah 
Suatu bahan kimia yang mengurangi tegangan permukaan air dan memungkinkan untuk meresap ke dalam bahan secara lebih cepat.
Agradasi 
Pembentukan suatu permukaan melalui pengendapan; suatu gejala jangka panjang atau geologis dalam sedimentasi.
Agroforestry 
Sistem pertanian dimana tanaman pangan dan tanaman kehutanan ditanam dalam lahan yang sama.
Air 
Istilah air dalam PP No. 82/2001 adalah semua air yang terdapat di atas dan di bawah permukaan tanah kecuali air laut dan air fosil.
Air Agresif 
Air yang mempunyai daya mengalir ke suatu tempat.
Air Alam 
Air yang terdapat dalam alam, baik dalam atmosfer (butiran air yang berbentuk kabut atau awan), dalam laut dengan kandungan garam yang tinggi, air permukaan (sungai dan danau)yang tawar serta air tanah; namun istilah ini biasanya digunakan dalam perbandingan dengan air olahan (air suling dan air demineral) baik untuk air minum maupun air industri
Air Anaerobik 
Air yang praktis tidak mengandung oksigen bebas, baik karena tersekat dari udara bebas maupun karena kandungan zat dengan COD tinggi.
Air Baku 
Air dari bahan air yang diolah menjadi air minum yang pada pokoknya dilakukan dengan cara koagulasi pengendapan penyaringan dan penyucihamaan.
Air Basa 
Perairan dengan pH di atas 8, yang diakibatkan oleh pencemaran industri atau karena air itu melewati bantuan kapur.
Air Berat 
Air yang sebagian besar hidrogennya berupa isotop 2H atau deterium.
Air Influen 
Air yang mengalir masuk kedalam lubang-lubang bak cuci rongga terbuka, dan bahkan terbuang serta lenyap kedalam tanah.
Air Limbah 
1. Air yang membawa sampah (limbah) dari rumah (tempat tinggal), bisnis, dan industri; suatu campuran air dan pendapatan terlarut atau tersuspensi. 2. air buangan dari hasil kegiatan proses yang dibuang keadaan lingkungan.
Air Limbah Balik 
Air limbah yang mengalir balik dalam suatu pengolahan limbah akibat gerakan baling-baling.
Air Limbah Pemberat 
Air limbah yang sengaja tidak dibuang karena dipergunakan sebagai bobot pengimbang, misalnya dalam kapal.
Air Lunak 
Air yang mengandung ion alkali tanah dengan konsentrasi rendah dan biasanya berasal dari bantuan asam; dikatakan rendah jika kandungan CaCo3 kurang dari 50 mg per liter.
Air Minum 
Air yang mutunya (kualitasnya) memenuhi syarat-syarat sebagai air minum seperti yang ditetapkan dalam peraturan menteri kesehatan republik indonesia.
Air Pemandian Alam 
Air dari badan air yang dalam keadaan alami dipergunakan untuk pamandian bagi umum.
Air Permukaan 
1. Semua air yang permukaannya terbuka terhadap atmosfer. 2. Semua perairan pada permukaan tanah; dalam oseanografi adalah air permukaan suatu laut yang merupakan lapisan campuran laut itu. (surface water)
Air Ruang-Antara 
Air tanah yang terkandung dalam pori atau berada dalam ruang di antara butir-butir bantuan atau endapan.
Air Sadah 
Air yang mengandung ion alkali tanah dengan konsentrasi tinggi dan biasanya berasal dari penghanyutan defosit kapur; dikatakan tinggi jika kandungan CaCo3 lebih dari 100 mg per liter.
Air Tambang Asam 
Air tambang yang mengandung asam sulfat bebas, yang terbentuk karena pelapukan pirid (besi sulfida).
Air Tanah 
1. Semua air yang terdapat dalam lapisan pengandung air di bawah permukaan tanah bebas maupun sebagai air artesis. 2. Air bawah permukaan dalam zone jenuh. 3. Air yang menghuni pori-pori, celah bantuan, dan tanah; rentan terhadap pencemaran kerena tidak mengalir.
Air Tanah Antesedent 
Tingkat (drajat) kebahasan suatu lahan (tanah) sebelum irigrasi atau pada permulaan aliran permukaan, yang dinyatakan sebagai suatu indeks atau sebagai jumlah inchi air tanah.
Aklimasi 
1. Penyesuaian fisiologis dan prilaku suatu organisme sebagai reaksi terhadap suatu perubahan lingkungan. 2. modifikasi sifat fenotif suatu organisme yang disebabkan lingkungan.
Akuifer 
Formasi geologi yang terdiri atas batuan sarang yang mengandung air dengan batuan lulus (pasir atau kerikil) yang mampu mengalirkan air dalam jumlah yang berarti.
Akumulasi 
Terkumpulnya suatu zat tertentu menjadi satu kesatuan dalam kurun waktu tertentu.
Aliran Kimiawi 
Sirkulasi dari bahan-bahan kimia dalam ekosistem, suatu proses utama yang mengatur hubungan di antara komponen ekosistem.
Aliran Laminar 
Aliran non turbulen suatu cairan pada lapisan di dekat suatu ujung; merupakan suatu gerakan terarah cairan atau gas. aliran mulus suatu cairan kental yang tidak bertekanan; semua partikel cairan bergerak membentuk garis terpisah dan bebas.
Alkali (Allcaline) 
Bahan kimia dengan dasar kostik yang memiliki kelebihan ion OH, pH dari 7,1 sampai 14. Semakin besar pH semakin tinggi alkalinitasnya.
Alkali Aktif 
Konsentrasi gabungan dari natrium hidroksida (NAOH) dan Natrium Sulfida (Na2S) dalam contoh cairan (lindi) pemasak dinyatakan dalam pound per gallon atau kg per meter kubik, atau persentase bahan alkali terhadap berat kering bahan baku serat, umumnya dinyatakan sebagai Na2O.
Alkali Efektif 
Jumlah antara NAOH dan 1/2NaS, yang merupakan selisih antara alkali aktif dengan jumlah 1/2Na2S, dinyatakan dalam pound per gallon atau kg per meter kubik, atau persentase bahan alkali aktif terhadap berat kering bahan baku serat, umumnya dinyatakan sebagai Na2O.
Alkalinitas 
Kapasitas air untuk menerima proton dan menggambarkan kapasitas bufer alami perairan. perincian alkalinitas permukaan perairan, aslinya, sebagai kandungan karbonat (CO3=), bikarbonat (HCO3-) dan hidroksida (OH-) kadang-kadang juga meliputi kandungan borat, sulfa atau silikat.
Aluvial 
tanah berbahan induk aluvium tau bahan endapan dari air yang mengalir.
Ambang 
Intensitas maksimum atau minimum suatu stimulus (rangsangan) yang dibutuhkan memproduksi (menimbulkan) suatu respon (reaksi) pada suatu organisme.
Ambang Suhu 
Suatu zone transisi sempit antara massa air terbuka dan stratifikasi air litoral dimana isoterm hampir vertikal bersuhu 4 derajat celcius.
AMDAL 
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Anaerobic Decomposition 
Penguraian anaerobic; penguraian bahan organic, misalnya yang berasal dari limbah bakteri anaerobic, yaitu bakteri yang hidup dan berkembang biak tanpa kehadiran oksigen bebas.
Anaerobic Sludge Digestion 
Pencernaan Lumpur anaerobik; Pencernaan Lumpur sebagian limbah organic dari berbagai sumber secara anaerobik sehingga lumpur itu tidak berbau dan dapat digunakan dalam pertanian tanpa mengganggu; bahan organic yang sangat membutukan oksigen (menyebabkkan COD tinggi ) diubah menjadi metana yang dapat dimanfaatkan, sedangkan lemak dan penyusun lain diurai agar tidak menarik lalat dan kutu; disini dilibatkan dua kelompok bakteri, yaitu penghasil asam (bakteri nonmetanogen) dan penghasil metana.
Analisis Gradien 
Cara untuk menghubungkan distribusi spesies dengan perubahan-perubahan lingkungan melalui sampling yang berdasarkan suatu seri komunitas sepanjang satu gradien habitat.
Analisis Lingkungan Strategik 
Untuk mengkaji dampak kebijaksanaan sektoral terhadap lingkungan alam maupun lingkungan social. Bermanfaat untuk menganalisis dampak lingkungan dari suatu rencana tata ruang atau rencana pengembangan wilayah yang mengatur berbagai kegiatan sektoral dalam kawasan geografik tertentu.
Analisis Manfaat Dan Biaya 
Alat untuk menentukan sejauh mana pemeliharan dan peningkatan suatu lingkungan harus dilakukan. Analisis manfaat dan biaya dapat membantu melindungi dan mengelola mutu lingkungan dengan berbagai cara.
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) 
1.Analisis mengenai dampak lingkungan adalah hasil studi mengenai dampak penting suatu Usaha atau kegiatan yang direncanakan terhadap lingkungkan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan. 2.AMDAL Kegiatan terpadu /multi sektor adalah hasil studi mengenai dampak penting usaha atau kegiatan yang terpadu yang direncanakan terhadap lingkungan hidup dalam satu kesatuan hamparan ekosistem dan melinatkan kewenangan lebih dari satu instansi yang bertanggung jawab. 3.AMDAL kawasan adalah hasil studi mengenai dampak penting usaha.atau kegiatan yang direncanakan terhadap lingkungan hidup dalam satu kesatuan hamparan ekosistem dan menyangkut kewenangan satu instansi yang bertanggung jawab.
Analisis Mikroskopik 
Analisis untuk menentukan jenis mikroorganisme yang ada dalam suatu buangan; analisis Ini digunakan untuk menentukan tingkat bahaya terhadap suatu penyakit.
Anomali Cuaca 
Kondisi cuaca yang menyimpang dari keseragaman sifat fisiknya.
Apitan Aliran Air 
Sistem yang meliputi sungai, daerah sekitar yang memengaruhi aliran sungai, sistem akuatik dan manusia serta hasil perlakuannya terhadap daerah tersebut. (water-shed)
Approach Floiw (Pipa Umpan) 
Sistem perpipaan dengan berjalannya lembaran pada mesin kertas.
Arah Mesin 
Arah kertas yang sesuai dengan arah berjalannya lembaran pada mesin kertas.
Arus 
Gerakan air yang tidak priodik, ditimbulkan oleh tenaga luar , termasuk gesekan tekanan angin, berubah karena tekanan atmosfer, bergradian densitas horizontal disebabkan perbedaan pemanasan atau karena difusi bahan terlarut dari sedimen dan aliran air ke danau berhubungan dengan waktu penyimpangan dan pengeluaran.
Atmosfer 
Lapisan udara yang menyelimuti planet bumi. Atmosfer terdiri dari nitrogen (79,1%), oksigen (20,9%), karbondioksida (60,03%) dan beberapa gas mulia (argon, helium, xenon dan lain-lain), ditambah dengan uap air, ammonia, zat-zat organik, ozon, berbagai garam-garaman, dan partikel padat tersuspensi. Atmosfer bumi terdiri dari berbagai lapisan, yaitu berturut-turut dari bawah ke atas adalah troposfer, stratosfer, mesosfer, dan termosfer.
Atmosfer Berasbut 
Atmosfer yang mengandung sekaligus asap dan kabut; biasanya kandungan hidrokarbon (sisa bahan bakar motor) dan oksida-oksida nitrogen dalam udara itu tinggi sehingga dengan bantuan sinar matahari oksida nitrogen dan oksigen akan membentuk ozon dan ozon bersama hidrokarbon membentuk asap kabut.
Atmosphere Major Region 
Daerah utama atmosfer; bagian bawah atmosfer sampai ketinggian 50 km; terdiri dari troposfer (0-16 km) dan stratosfer (16-50 km).
Audit Produksi Bersih 
Upaya terpadu dalam mengumpulkan informasi dan analisisnya yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan bahan baku, energi dan sumber daya lainnya serta mengganti atau mengurangipenggunaan bahan baku, energi dan sumber daya lainnya serta mengganti atau mengurangi penggunaan bahan baku berbahaya dan beracun di dalam proses produksi, sehingga mengurangi jumlah dan toksisitas seluruh emisi dan limbah sebelum keluar dari proses.

Referensi:
1.     Id.Wikipedia.org